Tokoh Pencetus Naskah Surat Perintah Sebelas Maretsupersemar Adalah
Leimena dan Waperdam III.
Tokoh pencetus naskah surat perintah sebelas maretsupersemar adalah. Surat itu berisi perintah dari Presiden Soekarno untuk Letnan Jenderal Soekarno Panglima Angkatan Darat. Surat Perintah Sebelas Maret Supersemar adalah sebuah dokumen resmi pemerintahan berupa surat perintah kerja dari Presiden Republik Indonesia. Surat perintah itu dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret Supersemar yang berisi perintah untuk Soeharto agar mengambil segala tindakan untuk mengembalikan stabilitas negara.
Ketiga jenderal itu adalah Brigjen Basuki Rachmat Menteri Veteran Brigjen M Jusuf Menteri. Lewat Surat 13 Maret 1966 Sukarno mengingatkan Soeharto bahwa Supersemar adalah surat perintah. TEMPOCO Jakarta - Pemberian mandat dalam Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar yang ditandatangani Presiden Sukarno ditujukan kepada Soeharto untuk mengatasi keamanan yang bergejolak.
Assalamualaikum Pada kesempatan kali ini admin akan membahas Sejarah dan Latar Belakang Lahirnya Supersemar Surat Perintah Sebelas MaretMasih ingatkah kalian bahwa Pada tanggal 11 Maret 1966 berlangsung sidang Kabinet Dwikora di Istana Negara Jakarta yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Dibawah ini yang merupakan tokoh pencetus naskah Surat Perintah Sebelas Maret adalah. Pada tanggal 10 Maret 1966 Presiden Soekarno didampingi tiga Waperdam yakni Waperdam I.
Sebagian kalangan sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor. Sistem tersebut identik dengan pemerintahan Presiden Soeharto. Surat Perintah Sebelas Maret ini adalah versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat AD yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah.
Surat Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban Pangkopkamtib untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk. Surat Perintah Sebelas Maret atau yang disingkat menjadi Supersemar ialah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Surat sakti ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan KetertibanPangkopkamtib saat itu untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu.
Sebagian kalangan sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor. Surat Perintah Sebelas Maret Supersemar mengawali tekad melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Supersemar adalah titik dimulainya sistem pemerintahan Orde Baru.